Sunday, March 5, 2017

Ceritaku di Zetizen Summer Class Internship

Halo, Pals!

Rasanya udah lama banget nggak aktif ngeblog. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku tiba-tiba muncul dengan tulisan berbahasa Indonesia. Ini semua ada hubungannya dengan cerita yang akan aku bagi. Sesuai judulnya, kali ini aku akan bercerita tentang salah satu pengalaman paling berharga dan berkesan di hidupku (yak, mulai lebai). Pengalaman berharga itu adalah menjadi Zetizen Squad yang beruntung bisa mencicipi magang dan menggarap beberapa proyek di Zetizen Surabaya.

Kenapa berharga dan berkesan? Pertama, karena ini bidang yang aku damba-dambakan sejak lama dan aku kira tidak ada jalan, tetapi ternyata tiba-tiba ada jalan yang terbuka setelah gagal apply Cerita Kita-nya GoGirl!. Kedua, di sini aku banyak bekerjasama dengan anak SMA, karena rentang umurnya memang maksimal 20 tahun. Dan umurku saat itu 20 tahun lebih. Di situ aku jadi tahu kalau anak-anak SMA di Surabaya itu keren-keren banget. Aku hanya butiran debu. Tapi kalaupun kamu merasa terlambat, jangan mundur Guys kalau ada kesempatan. Apalagi masih memenuhi requirement nya. Kalaupun enggak tapi kamu super pengen banget dengan keinginan menggebu di dalam dada, hajar aja!

Wanna know more? Stay tune, ya!


Wah, gambar apa itu? Sebelum aku menjawab pertanyaan itu (yang mungkin sebenarnya sudah bisa ditebak), aku akan mencoba bercerita dengan urutan waktu. Jadi, jawaban tentang "gambar apa itu" akan muncul di bagian akhir.

Cerita ini bermula dari sebuah posting Instagram dan Official Line Zetizen. Saat itu, aku baru sadar kalau Zetizen ini dulunya bernama Deteksi, semacam salah satu rubrik (atau apa ya namanya) di media-media Jawa Pos Group yang fokusnya lebih kepada anak muda (SMA dan mahasiswa awal). Nah, saat itu menjelang puasa Ramadhan, terbitlah pengumuman program Zetizen Summer Class Internship. Aku yang saat itu seharusnya magang pun tergiur, sebab aku kurang tertarik magang di bidang arsitektur (yang untungnya nggak wajib). Singkat cerita, aku pun panik menerjemahkan salah satu postingan blogku yang ini ke bahasa Indonesia dan mengirimnya ke Zetizen sebagai portofolio untuk mendaftar sebagai creative writer. Setelah solat tarawih di suatu malam, aku iseng membuka website Zetizen karena was-was, dan ternyata namaku ada di daftar peserta magang sebagai creative writer. Sendirian :"

Oh iya, program ini baru pertama kali diadakan saat aku ikuti. Saat itu dibuka program Zetizen Summer Class Internship di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya. Usut punya usut, program di Jakarta fokusnya ada pada penggarapan event, sedangkan program di Surabaya berfokus pada proyek fashion editorial. Which is why I was so interested and felt so lucky. Alhamdulillah.

Kamu akan sering muncul di koran lho
Kegiatan pun dimulai. Di awal pertemuan, kami dibagi menjadi 4 kelompok yang nantinya harus mengerjakan sebuah proyek fashion editorial. Setiap kelompok terdiri dari fashion stylist, model, make up artist, fotografer, dan videografer. Aku sendiri yang merupakan writer satu-satunya dimasukkan ke satu kelompok, namun tetap bertugas menulis narasi untuk proyek semua kelompok. Dan di sini, lagi-lagi aku bersyukur karena bisa mengikuti sesi pemotretan dari setiap kelompok.

Sebelum mengerjakan proyek kelompok, kami dibekali dengan berbagai keterampilan sesuai bidang yang kita minati. Para fashion stylist diajari cara membuat konsep untuk sebuah pemotretan fashion editorial melalui moodboard. Para model dilatih untuk bergaya di depan kamera dan harus bersedia datang di kelas make up artist untuk didandani. Fotografer dan videografer pun diajari teknik mengambil gambar. Aku sendiri mengikuti kelas fashion stylist dan juga diberi materi khusus tentang creative writing (khususnya fashion) oleh fashion editor Zetizen, mbak Indri.

Setelah presentasi kelompok -menceritakan konsep yang akan diusung di proyek fashion editorial kami-, tibalah sesi pemotretan. Kamu bisa melihat sesi pemotretan kita di halaman After School Zetizen. Tapi kalau kamu penasaran banget, ini dia beberapa hasil pemotretan dari semua kelompok.



Dari proyek fashion editorial ini, dibuat polling untuk memilih karya terfavorit. Selain itu, para editor Zetizen juga memilih anak-anak yang bisa melanjutkan perjalanan membuat fashion editorial yang 'beneran'.

Oh iya, kami semua peserta internship mendapat sertifikat keikutsertaan, lho. Sertifikat ini diberikan saat acara buka bersama Zetizen dengan siswa-siswi SMA di Hotel Luminor Surabaya. Di acara ini, diumumkan juga karya fashion editorial favorit dan intern pilihan editor (Editor's Choice). Acara ini seru banget. Selain bisa dapat makanan berbuka yang gratis, kami juga dikasih kaos Zetizen lho. (Ya, Wardah memang gratisvora)





Hmm, panjang juga ya. Sepertinya harus ada bagian kedua nih untuk proyek kami-kami yang terpilih menjadi Editor's Choice. Haha. See ya, Pals!

xoxo,


Wardah

9 comments:

  1. Wah.. Keren! Posting Instagram bisa dilirik oleh brand.
    Ini inspirasi banget. Siapa tahu postingan saya dilirik juga. :D

    Sukses selalu dan salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
  2. What a great event zetizen. Aku dlu penikmat deteksi sampek ikut lombanya 7 tahun yang lalu hehe

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku dulu pas masih sma malah gapernah ikut-ikutan kegiatan deteksi gitu. Merasa telat hiks

      Delete
  3. mantep juga nih event anak muda sekarang...sip saya suka anak2 kreatip kek gini..lanjutken

    ReplyDelete
  4. Nice experience! 😄 Jaman dulu masih muda #eh, pengen banget join Deteksi. Apa daya IP nggak kekejar 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. IP saya juga pas-pasan nih huhu. Umur sih yang lebih nggak mendukung. Udah ketuaan sekarang, menyedihkan.

      Delete
  5. bagus ya programnya ... sukses ya mbak

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...